Resensi Buku Para Bajingan Yang Menyenangkan Karya Puthut Ea

Asalamualaikum, marhaban, teman-teman.⁣
Ada yang sudah pernah baca buku Para Bajingan Yang Menyenangkan karya Puthut Ea? ⁣

Kalau belum, berikut ulasan singkat dariku untuk buku satu ini. ⁣

Judul: Para Bajingan Yang Menyenangkan ⁣
Penulis: Puthut Ea⁣
Penerbit: Buku Mojok⁣
Jumlah halaman: +178 halaman⁣
ISBN: 978-602-1318-44-7⁣

Rating: 3,5 🌟

Sekelompok anak muda yang merasa hampir tidak punya masa depan karena nyaris gagal dalam studi tiba-tiba seperti menemukan sesuatu yang dianggap bisa menyelamatkan kehidupan mereka: bermain judi. ⁣

Ini adalah pengalaman pertamaku membaca karya Puthut Ea. Kalau dilihat dari segi kover, menurutku kover buku ini cukup menarik perhatian, cocok dipadukan dengan judul buku. ⁣

Kira-kira apa yang ada dalam pikiranmu saat melihat judul dan kover buku ini? Jika berkenan boleh dong tulis di kolom komentar. ⁣

Cerita dalam buku ini dimulai saat penulis (Puthut Ea) menceritakan para sahabatnya, juga pengalaman yang cukup gila yang ia lakukan bersama sahabatnya dulu. Mereka adalah para mahasiswa yang menjadikan judi sebagai suatu alasan kenapa mereka harus terus hidup. Lucu memang. Bagi mereka kekalahan dalam berjudi bukan suatu hal yang harus dipermasalahkan, kalah menang harus tetap senang.⁣

Sampai pada lembar terakhir, jujur aku agak sedikit kecewa soalnya apa, yaa, mungkin karena aku nggak paham bahasa Jawa, haha. Meskipun di bagian belakang buku terdapat kamus istilah, menurutku lebih baik dibuat catatan kaki saja di bawah halaman supaya pembaca nggak harus bolak-balik ngecek satu-satu kata, hehe. Apalagi model pembacanya sepertiku ini. Buku ini kayaknya cocok banget dibaca sama orang yang paham bahasa Jawa. Buat yang nggak paham bahasa Jawa masih boleh mencoba membaca buku ini kok, sekalian belajar bahasa Jawa secara tidak langsung.⁣

Membaca buku ini membuatku cukup terhibur, kok. Ada beberapa bagian yang pecah, lucu bikin ketawa. Meskipun cerita dalam buku ini menurutku agak loncat sana-sini, bahkan ada beberapa kisah yang menggantung begitu saja.⁣

Kita semua pasti mampunyai pengalaman-pengalaman lucu dalam hidup ini. Entah itu saat bersama sahabat, atau pun keluarga. Ide untuk menuliskan pengalaman tersebut menjadi suatu buku kayaknya cukup menarik. Akhir kata, 3,5 bintang untuk buku ini. ⁣


Iklan

Resensi Buku NKCTHI Karya Marchellafp

Halo siapa yang sudah baca buku NKCTHI? Itu loh buku best seller dan bakalan difilmkan!⁣

Judul: NKCTHI⁣
Penulis: Marchellafp
Penerbit: Pop Icecube
Jumlah halaman: 200 halaman⁣
ISBN: 978-602-424-821-5⁣

Nanti kita cerita tentang hari ini…⁣
Besok kita buat yang lebih baik lagi @nkcthi⁣

Semua catatan yang ada di dalam buku ini berawal dari keinginan ibu yang tidak ingin melupakan masa mudanya. Oleh karena itu, ia mengirim surat untuk masa depan.⁣


Akhirnya aku bisa baca buku ini! Sumpah demi apa pun aku nggak bosan bolak-balik buku satu ini. Mata aku benar-benar dimanjakan dengan ilustrasi yang ada dalam buku ini. Ditambah kata-kata ajaib yang buat aku manggut-manggut sambil bergumam, iya, benar, hmm, begitu, ya, oh, ya, ya.⁣

Meskipun isi dalam buku ini hanyalah sebuah kutipan-kutipan pendek, aku dibuat jatuh cinta. Pesan yang ingin disampaikan benar-benar nyantol di lubuk hati aku yang paling dalam.⁣

Buku ini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Membaca buku ini juga bikin aku semangat dan bahagia, sumpah, hehehe.⁣ Cocok, deh, menemani waktu senggang.

Saking sukanya sama buku ini, aku nggak tahu harus berkata apa lagi, hehehe.⁣ 5 🌟 untuk buku NKCTHI.

Pokoknya aku suka ilustrasinya, kutipannya, suka, suka, suka. Buat kamu yang penasaran kudu baca sendiri buku ini. Atau bisa juga kepo di akun instagram @nkcthi.

⁣Nggak sabar menantikan filmnya tahun depan. Untuk harga, buku ini memang terbilang agak mahal harganya di atas Rp.100.000. Akan tetapi, sesuai dengan jenis kertasnya kok. Setelah berulang kali mengikuti give away akhirnya buku ini berjodoh denganku.

Terima kasih banyak buat kak Arunaomahbuku atas kesempatannya bisa memiliki dan membaca buku ini. Terima kasih banyak. Sukses selalu, ya, Kak. 😍😍😍 Buat yang suka baca buku bisa belanja buku di Arunomahbuku, kepoin saja akun Instagramnya.

Berikut aku kasih intip isi di dalam buku ini beberapa bagian:

Rasa tidak yakin sering singgah.

Mungkin benar.

100 % bukan milik manusia.

Napas sebentar.

Apa sih yang dikejar?

Hidup harus selalu bergerak.

Satu masalah pergi, satu masalah datang.

Begitu juga senang.

Tugas manusia ya berjuang.

Sampai akhir.

Kalau suatu hari ada yang rusak di kehidupanmu, coba betulkan dulu.

Buang dan beli baru terlihat mudah.

Kita coba yang lebih sulit.

***

Terima kasih sudah mampir di postingan ini.

Resensi Buku Pilihan Terbaik Karya Ann Soe

Judul: Pilihan Terbaik⁣
Penulis: Ann Soe⁣
Penerbit: Penerbit Hanami⁣
Jumlah halaman: 175 halaman⁣
ISBN: 978-602-5729-45-4⁣

“Benarkah ini yang kuinginkan?⁣
Benarkah ia pilihan yang tepat?⁣
Apakah aku mampu mencintainya?”⁣

Banyak pertanyaan muncul dalam keepala Kafin, tentang masa depan yang menanti, tentang wanita yang ia pilih sebagai pendamping hidup, dan yang terpenting tentang hatinya. Sampai detik ini, Kafin tak mampu mengatakan bahwa dirinya mencintai Inara, calon istrinya. Inara bukanlah sosok yang semula Kafin inginkan sebagai pendamping hidup. Ada perempuan lain yang ia inginkan, tapi tak bisa ia dapatkan.⁣

“Aku benar-benar ingin menjadi yang halal bagi Ka Kafin.”⁣

Meski tahu Kafin belum mencintainya, Inara menguatkan hati. Ia ingin menjadi pendamping dari lekaki cinta pertamanya itu. Apa pun akan Inara hadapi, termasuk soal Calya, mantan pacar Kafin, muncul di depannya dan memintanya mengembalikan Kafin.⁣

“Jangan tinggalin aku, Na.”⁣

Cukup satu kalimat, dan Inara tak akan pernah meninggalkan Kafin.⁣

Cerita dalam buku ini dimulai saat Kafin, yang sangat mencintai Calya harus menelan pil pahit penolakan dari Calya. Ya, Calya, perempuan yang menjadi alasan dirinya berjuang selama ini di Jakarta menolak lamarannya.⁣

Kebayang nggak, sih, sakitnya ditolak oleh orang yang kita cintai? Terlebih lagi orang tersebut mengaku mencintai kita? Tentu, bukan rasa sakit yang bisa Kafin lupakan sekilat membalikan telapak tangan.⁣

Dengan membawa rasa sakit dalam hatinya, Kafin kembali ke kampung halamannya, mencari ketenangan yang tanpa pernah Kafin duga malah menjadi jalan yang terbuka lebar untuk belajar mengikhlaskan apa yang tidak bisa ia miliki. Kafin bertemu dengan cinta yang tak pernah ia ungkap di masa lalunya.⁣

Akankah Kafin benar-benar bisa melupakan Calya begitu saja? ⁣

“Cinta itu tak seperti kilat yang menyambar, Nak, tapi seperti pohon. Harus ditanam dulu baru tumbuh. Kalau kamu tak menanamnya bagaimana mungkin pohon itu akan tumbuh dan berbuah.”⁣


Dalam buku ini kalian akan diajak mengikuti perjalanan seorang Kafin menemukan cinta sejati yang sesungguhnya.⁣

Kalian juga akan diajak berkenalan dengan sosok Inara yang ceria dan humoris. Diam-diam, ternyata Inara jago main game. Menang main game sudah biasa baginya, apakah Inara mampu memenangkan hati Kafin?⁣

Selain itu, ada juga Elang yang begitu tenang dan dewasa menghadapi sikap Calya yang seenaknya.⁣

Tidak tinggal, si Calya yang menyebalkan dan bodohnya menyiasiakan ketulusan cinta Kafin.⁣ Terkadang, sesuatu yang telah pergi dan menghilang terkadang baru tampak berharga.⁣

Delapan puluh persen percaya, sisanya aku masih ragu. Karena aku berapa kali mendapati kamu masih menatapnya dengan kerinduan.”⁣


Tidak pernah telintas di kepala Kafin untuk mencintai Inara sedikit pun, namun takdir berkata lain, ia malah menikahi gadis itu. Bagaimana mungkin ia begitu tega menjadikan Inara sebuah pelarian semata?⁣

Tidak pernah Inara bayangkan sebelumnya jika ia akan menikah dengan Kafin, lelaki di masa lalu yang singgah di hatinya. Bagi Inara, berada di sisi Kafin adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Inara yakin, ia pasti bisa memenangkan hati Kafin. Dan untuk itu, ia akan memperjuangkan Kafin sampai titik terakhir.⁣

Apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu bersama?⁣

Di saat Kafin mulai yakin dengan pilihan hatinya, Calya kembali hadir dalam kehidupannya dan mempertanyakan rasa cinta yang pernah Kafin berikan padanya dahulu.⁣

Sebenarnya aku ikutan galau, nih, seandainya aku berada di posisi Kafin aku saja pasti bingung mau pilih yang mana, hehehe. Istilahnya, balikan sama mantan terindah atau bertahan dengan yang sekarang? 🙄🙄🙄🤐

Aku baru pertama kali baca karyanya kak Ann Soe dan aku dibuat jatuh cinta. Baca buku Pilihan Terbaik benar-benar sukses buat aku geregetan sendiri, senewen membayangkan interaksi antara Inara dan Kafin.⁣

Untuk ukuran sebuah buku yang diselesaikan dalam waktu 40 hari, buku ini lumayan banget.

Meskipun ada beberapa bagian yang tampak buru-buru dan ada beberapa hal yang masih bisa di eksplor lebih, aku benar-benar menikmati kisah dalam buku ini.⁣

Selain itu, baru pertama kali aku baca buku yang ada bahasa daerah di dalamnya. Ini satu lagi poin tambahan buat buku ini. Biasanya kan lebih sering bahasa indonesia dicampur bahasa Inggris. 😂⁣😴

Akhir kata, aku suka-suka-suka banget sama buku ini. Pokoknya rekomendasi banget buat kamu yang suka cerita sederhana tetapi membekas di hati.⁣

Berharapnya, sih, bakalan ada sekuelnya, haha, dan lebih panjang ceritanya. #readerbanyakmaunya. 😂⁣

Terima kasih banyak buat kak Ann Soe, Peekthebook dan Penerbit Hanami atas kesempatannya bisa membaca buku ini. Sukses dan semangat bekarya buat kalian semua. 😍😍😍⁣

Resensi Buku Soul Karya Shan A Fitriani

Judul: Soul⁣
Penerbit: Namina Books⁣
Penulis: Shan A Fitriani⁣
Jumlah Halaman: 268 halaman⁣
Tahun Terbit: 2018⁣
ISBN: 978-602-52903-2-9⁣
Rating: 4,5 🌟

Sesuatu telah terjadi, membuat Hyunni terbangun dengan jiwa yang tak memiliki rumah. Tidak ada yang bisa ia ingat selain satu kata dari namanya, “Hyunni”. Selayaknya arwah, kehadiran Hyunni tidak bisa disadari orang lain, kecuali oleh pria itu. Pria pemilik tatapan tajam yang ia temui di halte bus. Hyunni yakin, hanya pria bernama Kim Sehun itu yang bisa membantunya kembali ke raganya.⁣

Sehun tidak pernah mengira ia akan berurusan dengan arwah aneh bernama Hyunni. Arwah itu selalu merengek untuk dibantu kembali menemukan raganya. Awalnya, Sehun menolak keras sampai akhirnya pria itu tidak memiliki pilihan ketika Hyunni memilih raga Minyoung–tunangannya yang sedang koma–sebagai tempat singgah sampai Hyunni kembali ke raganya sendiri.⁣

Selama menjalani keseharian sebagai Minyoung, Hyunni mengetahui banyak hal yang mengejutkan. Mulai dari rahasia besar Minyoung yang wanita itu tutupi dari Sehun, lalu mengetahui bahwa selama ini ada seseorang yang memendam perasaan padanya, sampai akhirnya Hyunni pun merasakan kebimbangan: Apakah dirinya mencintai Sehun yang selama ini membantunya atau memilih pria yang diam-diam menyimpan perasaan padanya?⁣

Cerita dalam buku ini dimulai saat Hyunni yang dilanda kebingungan yang tidak ia mengerti. Kira-kira hal apa yang bakalan kamu lakukan ketika kamu sadar dari tidurmu dan tidak ada yang menyadari kehadiranmu?⁣

Hyunni bertemu dengan seorang pemuda tampan yang ternyata adalah satu-satunya seorang manusia yang bisa melihat dan menyadari kehadirannya.⁣

Hyunni akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan pemuda itu, sebab pemuda yang bernama Sehun itu adalah satu-satunya kesempatan yang ada.⁣

Apakah Sehun mau membantu Hyunni?⁣

Kira-kira apa yang akan kamu lakukan, jika seandainya, tiba-tiba ada arwah yang datang padamu dan meminta bantuanmu? Kalau aku, sih, bakalan bilang sama arwah itu untuk minta bantuan sama orang lain saja. 😂⁣

“Bisakah kau bersikap seperti Minyoung? Lembut dan tenang? Aku tahu mungkin itu agak sulit, tetapi kumohon cobalah.”⁣

Dalam buku ini kita bakalan diajak berkenalan dengan sosok Hyunni yang cantik, ceria dan bersemangat. Hyunni menyukai seni, ia sangat suka menari.⁣

Selain sosok Hyunni, kita juga akan diajak berkenalan dengan sosok Sehun yang mempunyai paras tampan dan berhati baik. Apalagi ia mempunyai karir yang bagus. Itu sebabnya, ia menjadi idola bagi kebanyakan wanita yang mengenalnya.⁣

Lalu ada juga Taehyung, pemuda tampan yang ternyata diam-diam menaruh perasaan kepada seorang perempuan yang terbaring tak berdaya di rumah sakit. Perempuan yang menjadi cinta pandangan pertamanya.⁣ Bisa dibilang, Taehyung adalah teman baik Sehun.

Hyunni berhasil masuk ke dalam raga Minyoung dan menggunakannya sebagai alasan kenapa Sehun harus membantu dirinya.⁣

Seiring berjalannya waktu menjalani kehidupan sebagai kekasih Sehun, rahasia yang Minyoung simpan seorang diri menguap ke udara, membuat Hyunni berada dalam keadaan yang pelik.⁣

Rahasia, cinta sejati, dan ketulusan hati, akan kamu dapatkan ketika membaca buku ini.⁣

Ini pertama kalinya aku membaca buku Fans Fiction versi cetak dan aku… suka! Ceritanya mengalir meskipun cukup banyak kilas balik sana sini. Membaca buku ini sukses membangkitkan imajinasi, haha. Rasanya kayak lagi nonton drama Korea. Bikin senewen, pokoknya seru buat dibaca sampai-sampai selesai sekali duduk.⁣

Konfliknya dapat, humornya dapat, sedih-sedihnya dapat, hmmm, romantisnya juga ada. Kover bukunya juga menarik (bukan karena ada cogannya [baca: cowok ganteng], ya, aku suka saja sama warna kovernya yang segar di mata). Komplit, deh pokoknya. Berasa nasi goreng spesial kali, ah, hehe.⁣ 😍😍😍

Oh, iya, rasanya nggak lengkap kalau buat ulasan buku nggak bahas kekurangan, hehe. Menurutku ukuran font bukunya agak kecil dan rapat. Tetapi aku suka jenis font yang seperti ini (aku lupa ambil foto bagian dalamnya, mungkin besok-besok aku share di sini). Aku juga sempat menemukan beberapa tipo, nggak banyak, sih, cuma beberapa saja.⁣ Masih bisa dimaklumi.

Akhir kata, aku suka dan menikmati buku ini. Buat kalian yang penasaran dengan keseruan cerita dalam buku ini kalian wajib baca! Apalagi buat pencinta fans fiction.Kalau mau pinjam buku aku juga boleh, sini, haha, ongkos ditanggung sendiri. Gara-gara baca buku ini, aku jadi pengin baca karya-karya Kak Shanfitriani yang lainnya.⁣ Semoga saja berjodoh.

Terima kasih untuk Kak Rizkymirgawati atas kesempatannya sehingga aku bisa membaca buku ini. Terima kasih banyak. Sukses selalu.

Resensi Buku Samaran Karya Dadang Ari Multono

Judul: Samaran⁣
Penulis: Dadang Ari Murtono
Penerbit: Mojok
Jumlah halaman: +200 halaman⁣
ISBN: 978-602-1318-60-7⁣
⁣Rating buku: 3🌟

“Salah satu wabah yang paling cepat menular adalah kecemasan dan ketakutan.”⁣

Yati Gendut mulai mencium bau kutukan di beranda rumah. Ia menjelaskannya kepada Marjiin, suaminya. Baunya mengandung sedikit amis ikan mati yang sudah berumur tiga hari, karat besi dan aroma cacing gelang yang kepanasan. Porsi terbanyak adalah aroma kenangan dicampur mawar. Marjiin tak peduli. Ia memilih tidur lagi. Yati Gendut sampai harus menyeretnya turun dari atas ranjang agar mencium sendiri bau kutukan itu. “Aku belum pakai celana!” teriak Marjiin.⁣

Mereka tak pernah menduga kalau bau kutukan itu akan membentangkan seluruh kisah tersembunyi di Samaran. Aroma kenangan dicampur mawar itulah yang juga akan menentukan nasib seluruh penghuni Samaran.⁣

Setelah membaca deskripsi buku ini apa yang kamu pikirkan? Kira-kira, apa yang sebenarnya terjadi pada Yati Gendut? Jangan-jangan Yati gendut hanya berhalusinasi? Memangnya ada manusia yang bisa mencium bau kutukan?

Pertama kali melihat kover dan membaca deskripsi buku ini yang ada dalam pikiranku adalah jangan-jangan ceritanya tentang dua orang yang tertukar wujud, yang cewek jadi cowok dan cowok jadi cewek. Dan, setelah membaca buku ini, dugaanku ternyata payah. Ternyata, Samaran adalah nama nama sebuah kampung terpencil, seolah berada di luar planet.⁣

Di buku ini kamu akan diajak berkenalan dengan beberapa tokoh yang absurd habis. Berikut beberapa tokoh yang ada dalam buku ini.⁣

Marjiin, Marjiin ya bukan marjan atau marjin kertas, haha, maaf-maaf, kayaknya aku sedikit terkontaminasi kekonyolan yang terjadi di Samaran. Marjiin ini adalah seorang suami yang pemalas. Dia hanya akan pergi ke sawah jika musim tanam dan panen. Kerjaannya kalau nggak tidur yaa nongkrong di rumah tetangganya. Orang seperti Marjiin ini kayaknya dengan sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.⁣

Yati Gendut, sebenarnya dulu Yati nggak gendut. Gara-gara dia gendut, Marjiin menambahkan kata gendut di belakang namanya. Ya, suka-suka merekalah, ya. 😂 Yati Gendut menurutku tokoh yang paling abrurd. Yati Gendut beranggapan bahwa dengan menghirup asap dari bakaran sampah berat badannya akan berubah seringan kapas dan ia bisa terbang ke langit. 😑 Kegelisaan Marjiin bermula saat Yati Gendut ngotot bahwa ia mencium bau kutukan.⁣

“Ya. Aku bisa mencium bau napasku sendiri. Dan itu sama sekali tidak aneh. Kau tahu apa yang aneh? Yang aneh adalah bahwa seseorang bisa mencium bau kutukan.” Marjiin-halaman 5.⁣


Abah Gamah adalah orang yang dianggap sesepuh/ suci di Samaran. Abah Gamah adalah seorang laki-laki yang berumur sekitar 90 tahun. Kerjaannya beberapa tahun belakangan ini hanyalah duduk di teras rumah. Orang-orang di Samaran kerap kali datang padanya untuk menguras isi hati.⁣

“Aku mencium bau kematian,” kata Aba Gamah setelah menarik napas berat. Aba Gamah- halaman 14.


Lalu, masih ada tokoh-tokoh lainnya yang meramaikan Samaran. Seperti kepala kampung, Suratman yang menaruh hati pada Biyung Mat Ali, Mat Ali, dan beberapa tokoh lainnya.

“Aku tidak cukup tolol untuk mengerti bahwa kau sebenarnya tak keberatan aku tolong, bahkan sesungguhnya, kau mengharapkan hal itu.” Suratman-halaman 31.

Sebenarnya kutukan seperti apa yang akan menimpah Samaran?

Ternyata buku ini lebih menceritakan kehidupan penghuni Samaran yang masing-masing ternyata mempunyai rahasia. Konflik dalam buku ini menurutku cukup pelik ditambah alurnya yang lambat plus seperti kutu, lompat sana sini. Meskipun demikian, layaknya benang merah, semua konflik akhirnya saling terhubung. Memangnya konfiknya tentang apa? Ya, kayaknya kamu harus baca sendiri supaya bisa paham konflik apa yang ada dalam buku ini.⁣

“TAK DIRAGUKAN lagi,” ujar Marjiin sore itu kepada Yati Gendut,” Orang-orang yang suka berkerumun adalah orang-irang tolol!” Marjiin-halaman 39.

Aku cukup kaget saat mendapati buku ini ternyata hanya mempunyai dua bagian. Dan, bagian pertama 3x lipat tebalnya daripada bagian kedua.⁣

Saat membaca buku ini, aku seolah diajak melihat kembali realita yang ada di sekitar kita. Cinta terkadang membuat seseorang tampak konyol dan lupa diri.⁣

Apakah buku ini menghibur? Ya, lumayan, di beberapa bagian aku dibuat ketawa dan geleng-geleng kepala mendapati kekonyolan yang ada di Samaran. Ada pula bagian yang membuatku sedikit bosan. Meskipun demikian, aku sungguh dibuat kaget dengan plot twist yang ada. Oh, iya, aku suka dengan gaya bahasa buku ini. Aku dibuat merasa seolah Samaran benar-benar nyata. Mungkin karena karakter-karakter yang ada dalam buku ini memang terasa realistis. ⁣

Bicara soal kekurangan, font buku ini agak kecil dan spasinya juga rapat. Lalu tokoh dalam buku ini berjibun, dan sayangnya banyak hal-hal yang mengantung begitu saja. Endingnya pun menurutku terlalu buru-buru sehingga tidak terlalu meninggalkan kesan apa-apa. Sebenarnya aku masih dirundung rasa penasaran dengan apa yang akan terjadi pada tokoh-tokoh dalam buku ini, hehe. Rasanya nggak rela selesai begitu saja.⁣

Kalau dipikir-pikir, menilik dari judul dan kover bukunya, cerita dalam buku ini benar-benar sukses ditulis dengan samar-samar dan menumbuhkan rasa penasaran yang tak berujung.⁣

Resensi Buku Tentang Singgah Karya Laily Adha Intan Putri

Judul: Tentang Singgah
Penulis: Laily Adha Intan Putri
Penerbit: CV. laditri Karya
Jumlah halaman: 176 halaman
ISBN: 978-602-52886-0-9
Periode baca: 1 Desember
Rating: 3 🌟

Jangan membaca novel ini jika kamu tidak ingin kecewa dalam pelayaran mimpi, tersesat dalam pendakian jati diri, dan enggan sabar menantikan pagi. Juga jangan dibaca jika kamu tidak ingin tahu bagaimana terbangun setelah tenggelam, berlari dengan kaki yang patah, dan menikmati malam dengan kesendirian. Terakhir, jangan membaca novel ini jika kamu enggan memaknai arti singgah yang sesungguhnya.

Dalam buku ini kamu akan diajak berkenalan dengan sosok Ginah yang keras kepala. Ginah suka dengan bintang. Oleh karena itu, ia belajar banyak hal tentang astronomi.

Tokoh dalam buku ini terbilang cukup banyak. Ada sahabat-sahabat Ginah dari asrama seperti Atma dan Sintia. Atma yang layaknya seorang ibu bagi Ginah karena sering kali menasehati Ginah supaya tidak menyiasiakan masa muda dan harus mengejar impiannya. Sedangkan Sintia, karakternya nakal, selain itu ia pun tidak peduli dengan keadaan orang lain yang penting urusannya selesai. Tipe sahabat yang maunya enak sendiri.

Lalu ada juga pasangan lansia yang keromantisan mereka mengalahkan pasangan muda. Siapa saja yang melihat tingkah laku manja dan kecemburuan Kek Medi dan Nek Osih pasti bakalan iri dan gigit jari.

Kemudian ada pemuda tampan dari Dermaga Mimpi si Justinto yang menjadi idola banyak wanita. Selain beberapa tokoh di atas, ada juga Kresno yang mempunyai kembaran bernama Krisna. Pak Wisnu si donatur kapal milik Nahkoda Hebat yang bernama Suhail. Oh, iya, satu lagi Bang Toha yang menjadi presiden Dermaga Mimpi. Dan masih ada lagi tokoh yang turut muncul dalam buku ini. Siapa saja tokoh yang kumaksud sepertinya kamu harus baca sendiri buku ini.

Tokoh dalam buku ini memang saling berkaitan dan cukup mempengaruhi jalan cerita. Hanya saja, kalau boleh jujur, aku kurang merasakan jiwa dan ekspresi beberapa karakter dari tokoh yang ada. Bahkan ada beberapa tokoh yang berbeda tapi memiliki karakter yang sama. Aku sulit membedakan karakter tokoh dalam buku ini, harus ingat betul-betul namanya. Maafkan aku yang pelupa banget kalau urusan mengingat nama orang.

Omong-omong, aku suka sama desain kover buku ini. Deskripsi bukunya juga menarik. Namun sayang, bagian layoutnya kebanyakan pola bintang yang menutupi tulisan. Sebenarnya masih tampak kok tulisannya, cuma, ya, kesannya jadi ramai kali. Aku agak kurang fokus, deh. 😔

Ada beberapa setting tempat dalam buku ini yakni Dermaga Mimpi, Pulau Ujung Mimpi, dan asrama yang tidak disebutkan lokasi spesifiknya. Lebih banyak sih di atas kapal. Aku bertanya-tanya: tempat tersebut ada di belahan dunia yang mana. Kesannya jadi fantasi😅. Atau aku yang kurang fokus sehingga melewatkan info penting perihal setting tempatnya. Untuk setting waktu lebih sering malam hari, soalnya banyak kejadian di mana Ginah tengah menatap bintang di langit.

Gaya bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Oh, iya, aku sempat menemukan dialog yang agak menganggu, penggunaan ‘pun’ yang tidak tepat serta beberapa kesalahan penggunaan kata depan ‘di’. Bicara soal alur cerita, di sini alurnya maju mundur dan terkesan terburu-buru. Apalagi ditambah dialog dalam buku ini pun cukup banyak.

Konflik cerita dalam buku ini sebenarnya agak membuatku bingung. Banyak hal yang terjadi terduga-duga tanpa aba-aba, serta penyelesaian konflik yang menurutku terlalu biasa. Meskipun begitu, aku cukup tertarik dengan konflik yang terjadi di antara Ginah dan Atma.

Alasan aku terus membaca buku ini sampai akhir ialah karena aku cukup penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Ginah. Aku sempat menduga-duga bahwa kejadian yang Ginah alami di atas kapal hanyalah mimpi belaka. Ternyata oh ternyata, semuanya memang benar Ginah alami. Hidup memang penuh misteri, pun buku ini.

Bicara soal Tentang Singgah, kita memang tidak pernah tahu siapa orang yang akan kita temui, kenal, dan kapan, di mana, serta siapa yang pada akhirnya akan berpisah dengan kita. Sebenarnya tema yang diangkat cukup menarik, namun sayangnya banyak hal dalam buku ini yang masih bisa dikembangkan, dan bila mungkin benar-benar dilakukan bisa-bisa halaman buku ini akan cukup tebal.

Akhir kata, aku cukup menikmati buku ini. Buat kamu yang suka membaca buku penuh kalimat inspiratif, tidak ada salahnya untuk kamu mencoba membaca buku ini, hitung-hitung mengisi waktu luang dan menambah koleksi kutipan pilihanmu.

Resensi Buku Creepy Case Club: Kasus Nyanyian Berhantu Karya Rizal Iwan

Judul: Creepy Case Club: Kasus Nyanyian Berhantu
Penulis: Rizal Iwan
Penerbit: Penerbit Kiddo
ISBN: 978-602-481-006-1
Jumlah halaman: 169 halaman
Periode baca: 25 November 2018
Rating buku: 4🌟

Nyanyikan ketika sedang sendiri, dan dia akan datang.

Namira adalah gadis kecil yang tidak biasa. Baginya, hantu bukan untuk ditakuti dan ia justru bersimpati dengan tokoh-tokoh jahat dalam dongeng.

Setelah tak sengaja menyanyikan sebuah lagu lama yang katanya dapat memanggil hantu, arwah seorang anak perempuan meneror Namira. Dibantu Vedi dan Jani, dua teman barunya, ia berusaha mengungkap misteri di balik lagu itu.

Sebuah teka-teki yang membuat mereka mempertanyakan kembali arti baik dan jahat.

Nah, setelah membaca blurb di atas, apa yang ada dalam pikiranmu? Apakah sama denganku yang bertanya-tanya: lagu apa sih yang dinyanyikan Namira sampai-sampai ada arwah seorang anak perempuan yang meneror dirinya? Ih, seram.

Berhubung aku ada beberapa pengalaman cukup buruk yang berkaitkan dengan ‘hantu’. Butuh cukup lama bagiku mengumpulkan keberanian untuk membaca novel ini.

Pertualangan Namira dimulai saat mereka sekeluarga harus pindah dari Dumai ke Jakarta sebab Bapak dipindah tugaskan. Awalnya Namira sangat kesal karena harus kehilangan sahabatnya di Dumai.

Aku suka dengan karakter Namira dalam novel ini karena ia benar-benar unik, pintar, juga menggemaskan. Bagaimana nggak, jika kebanyakan anak di luar sana mengidolakan sosok Princess dan pahlawan super. Sosok malah Namira sebaliknya, ia sangat menyukai tokoh-tokoh jahat dalam cerita. Gara-gara itu pula, hari pertama Namira masuk sekolah menjadi pusat perhatian si Jani, anak cewek penggemar berat tokoh Princess. Sejak awal pertemuan mereka saling tak suka. Layaknya tokoh jahat, teman-teman Namira menyebutnya “Dukun Keriting” oh, ayolah, khas bangetlah sama anak-anak di dunia nyata yang suka mengolok-olok.

Berhubung Namira sangat suka tokoh jahat itu karena ia mempunyai alasan yang kuat. Menurutnya, di dunia ini sebenarnya nggak ada orang jahat. Kalau pun ada, mereka pasti mempunyai alasan untuk itu. Selain itu, menurut Namira tokoh-tokoh jahat dalam cerita juga sangat keren, bisa sihir.

Aku juga suka sama kedua orang tua Namira. Soalnya sejak kecil Namira sudah diajak berpikir logis untuk segala hal. Bukan berarti, kedua orang tuanya tak percaya hal-hal gaib, hanya saja memang belum ada hasil penelitian yang membenarkannya. Begitu juga dengan tokoh Vedi teman baru Namira si kutu buku dari planet kuno yang tidak percaya hantu, menurutnya hantu itu adalah buah dari pikiran kita.

Meskipun begitu, diam-diam Namira tetap berkeinginan bisa melihat hantu. Sampai suatu hari, apa yang ia inginkan menjadi kenyataan. Semuanya bermula saat ia ditantang teman sekelasnya untuk menyanyikan lagu Soleram sendirian di malam hari. Tidak terjadi apa-apa awalnya, namun siapa yang menduga, kehidupan Namira benar-benar berubah. Dan, ia benar-benar melihat hantu! Bukannya merasa senang, Namira merasa dirugikan oleh kehadiran hantu itu. Ia juga merasa was-was soalnya sepanjang hari ia merasa ada yang mengawasi dirinya. Oke, aku nggak bisa bayangin kalau aku ada di posisi Namira! Tapi ini anak kecil loh, anak kecil yang digangguin sama hantu! Luar biasa! Aku geregetan!

Aku suka novel ini. Suka sama semua karakternya. Karakter dalam novel ini benar-benar terasa nyata. Namira, Vedi dan Jani. Siapa juga yang bisa menduga, yang awalnya saling tak suka malah akhirnya bersahabat? Ya, itu, Namira dan Jani. Dari sini kita bisa belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk kita saling membenci.

Eh, terus bagaimana dong kelanjutan Namira yang diteror sama hantu anak perempuan itu? Cie, penasaran, ya? Jadi di sini, Namira, Vedi dan Jani menjadi para dektektif cilik dadakan. Pertualangan mereka seru kali buat diikuti, serius! Gaya bahasanya pun nggak bikin kepala muter-muter. Alur dan konflik ceritanya juga menurutku oke. Apalagi ya, hmm, banyak juga fakta-fakta menarik yang bisa menambah wawasan kita setelah membaca novel ini, misalnya di saat Namira mencari tahu tentang lagu Soleram di internet, dia malah dikagetkan dengan artikel-artikel yang mengungkapkan kisah-kisah kelam di balik sebuah lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak.

Oh, iya, bicara soal kekurangan, aku sempat mempunyai beberapa catatan kecil selama membaca novel ini. Meskipun demikian, aku benar-benar menikmati novel ini. Nah, ternyata-ternyata novel ini tidak seseram yang kubayangkan sampai ada adegan berdarah-darah begitu, oh, maafkan aku yang terlalu berpikir berlebihan. Sepertinya mulai sekarang aku harus menghilangkan pikiran-pikiran negatif tentang ‘hantu’ supaya bisa tidur nyenyak. Hahaha.

Setelah membaca novel ini, aku jadi benar-benar paham maksud dan pesan apa yang ingin Kak Rizal sampaikan, sewaktu bincang buku ini di grup OWOB.

Novel ini menurutku bukan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak melainkan juga para orang tua. Soalnya tidak ada salahnya sekali-kali kita masuk dalam pikiran anak kecil supaya bisa memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Intinya aku Suka dan menikmati keseruan pertualangan Namira. Jadi penasaran seri keduanya, adakah yang mau traktir? Ehm.

Resensi Buku Titik Terendah Karya Nulis Yuk

Judul: Titik Terendah
Penulis: Nulis Yuk
ISBN: 978-602-52277-3-8
Penerbit: Motivaks Inspira
Jumlah halaman: 309 halaman
Periode baca: 22 November 2018
Rating buku: 3, 5 🌟

Setelah membaca buku ini, saya semakin yakin bahwa berada di titik terendah bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah awalan. Banyak hal tak terduga yang bisa didapatkan saat berada di titik terendah, salah satunya semakin paham tentang hakikat hidup ini.
Saya yakin buku ini bisa membuat kamu lebih mudah untuk bersyukur, meskipun saat berada di titik terensah, Insyaallah. – Jee Luvina-Penulis dan founder @nulisyuk.

Saya yakin buku ini bisa membuat kamu lebih mudah untuk bersyukur, meskipun saat berada di titik terensah, Insyaallah. – Jee Luvina-Penulis dan founder @nulisyuk.

Menurutmu titik terendah dalam hidup itu apa sih? Kita semua pasti pernah merasakan bagaimana berada di titik terendah dalam hidup. Lalu, bagaimana cara menyikapinya? Berputus asa? Atau berusaha bangkit menembus tembok titik terendah tersebut.

Kalau boleh jujur aku suka sama kover buku ini. Empat jempol desain sampul yang keren ini. Warna hitam seolah menggambarkan bahwa berada di titik terendah itu adalah sebuah momok menakutkan bagi semua orang.

Namun, pada kenyataannya, tidak semua orang yang berada di titik terendah benar-benar merasa ketakutan, malah mereka menjadi sosok yang lebih kuat dan tabah menjalani hidup. Yang paling menarik perhatianku adalah penulisan judulnya yang terpisah TITIK-TER-END-AH, kalau dilihat di antara pemenggalan judul tersebut terdapat kata “END” (akhir). Lantas, apakah benar Titik Terendah merupakan akhir dari segalanya?

Dalam buku ini terdapat 59 cerita yang membuatku merasa gundah gelisah, sedih, dan juga merasa harus bersyukur lebih dan lebih lagi atas kehidupan yang kupunya saat ini.

Kisah dalam buku ini benar-benar terasa begitu nyata, seolah-olah aku yang tengah menjadi tokoh utama. Bicara soal jatuh dan bangun memang tidak ada habisnya. Banyak sekali pelajaran beharga yang bisa dipetik dari kisah yang disajikan dalam buku ini. Bukan hanya bicara soal titik terendah dalam hidup. Dalam buku ini juga, banyak sekali kutemui perjuangan jatuh bangun yang dilakukan demi mengapai impian, tak jarang perjuangan itu lebih sering mengalami kegagalan. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mereka terus memperjuangkan impiannya.

Selain itu, buku ini pun bisa dijadikan cermin secara tidak langsung bagi siapa saja yang mungkin menganggap hidupnya paling menderita di dunia ini, paling merana seolah dunia tidak berpihak padanya. Oh, iya, berhubung ini bukan novel, kita bisa membaca secara acak cerita dalam buku ini.

Bicara soal kekurangan aku sempat menemukan tipo serta ada penggunakan kata depan, -nya, yang tak beraturan, sangat disayangkan sekali memang. Meskipun begitu, aku tetap suka buku ini. Selain karena gaya bahasanya mudah dipahami. Cerita dalam buku ini sangat cocok dinikmati di saat santai pun benar-benar cocok dijadikan sebagai bahan renungan. Suatu kesempatan yang sangat berharga bisa membaca buku ini, terima kasih Kak @jihanmw.

“Begitulah pilihan. Kadang saya menyesal, andai saya bisa bertahan lebih lama. Tapi justru kalimat andai itu sendiri yang tak kunjung menyembuhkan luka.” Halaman 86, Kebahagiaan Setelah Jatuh.

“Ada satu hal yang membuatku tersadar, bahwa tidak semua orang bisa menerima sebuah perpisahan, tentang datang dan pergi, dan tentang pedihnya ditinggalkan.” Halaman 264, Aku dan H-1.

“Aku sangat mengerti, berteman seperti menyambung nyawa diri sendiri. Tak ada yang bisa menyambung nyawa untuk psikis kecuali diri kita sendiri.” Halaman 110, Apa? Aku Psikopat?

“Ternyata setiap apa yang terjadi memiliki aeti, termasuk sebuah kehilangan. Bahkan hal yang paling menyakitkan pun selalu menyiman hikmah di baliknya.” Halaman 194, Arti Sebuah Kehilangan.

“Kita bisa memilih untuk ikut larut menjadi jiwa-jiwa yang rusuh, atau justru menjadi jiwa yang tenang, teguh pendirian, dan membawa perubahan pada kebaikan.” Halaman 260, Merengkuh Ridho-Nya.

“Jangan takut gagal, karena kegagalan akan mengajarkanmu makna berjuang. Janhan takut gagal, karena kegagalan akan mengajarkanmu tentang arti kesyukuran.” Halaman 273, Berteman Dengan Kegagalan.

“Aku belajar mengurangi kecepatan langkahlu, mencoba tak terlalu terburu dan memburu. Mensyukuri tiap peristiwa, memahami waktu untuk dibikmati bukan sekadar dilewati.” Halaman 288, My Life, My Choice.

Ayo semuanya mari semangat berjuang demi kehidupan yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk menggapai impian. Aamiin.

Resensi Buku Seira & Tongkat Lumimuut Karya Anastasye Natanel

Judul: Seira & Tongkat Lumimuut
Penulis: Anastasye Natanel
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jakarta 2018
Jumlah halaman: 248 halaman
ISBN: 978-6020-3876-73
Periode baca: 29 November 2018
Rating: 4🌟

Begitu sembuh dari sakitnya, Seira merasakan perubahan pada dirinya. Dia mendapati ada sesuatu yang lain dalam dirinya sejak bertemu perempuan aneh dalam mimpinya.

Menjadi sehat secara mendadak dan kemunculan orang-orang asing di sekitarnya menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya: pertama, dua anak kembar di kampusnya, Mikaela dan Manasye, yang tiba-tiba menjadi sahabatnya; kedua, Siow Kurur, laki-laki tampan yang mengaku sebagai pelindungnya; ketiga, kumpulan orang yang mengenakan pakaian ala penari Kabasaran yang datang memburunya.

Bukan hanya itu, Papa juga tampak bersikap aneh. Bahkan Giddy, teman kecil Seira yang ia kenal luar-dalam, rupanya menyembunyikan rahasia besar darinya. Hidup Seira telah berubah, ia bukan lagi manusia biasa.

Halo, siapa yang suka baca buku dengan tema mitologi fantasi? Kali ini aku bakalan mengulas buku Kak Anastasye dengan judul Seira & Tongkat Lumimuut. Dalam buku ini Kak Anastasye mengangkat kisah dan budaya Minahasa secara ringan dan menyenangkan. Sedikit info bahwa buku ini berhasil menjadi juara harapan 2 dalam Gramedia Writing Project.

“Apa yang terjadi?”

“Sialan. Jadi karena alasan ini, aku dipanggil?!” Pemuda ini tak kalah terkejutnya denganku.

“Kau baru saja kehilangan satu orang dari kelompok Makarua Siow.”

Seperti info yang ada dalam deskripsi buku ini bahwa setelah Seira sembuh dari sakitnya ia mengalami perubahan dalam hidupnya. Benar saja, kehidupannya memang benar-benar berubah 360 derajat.

Membaca buku ini membuatku jadi teringat dengan film india yang judulnya Koi Mil Gaya, soalnya tokoh utamanya sama-sama sembuh dari penyakit yang mereka derita. Bedanya, dalam film Koi Mil Gaya tokoh utamanya berteman dengan alien.

Nah, di sini Seira berteman dengan makhluk, ehm, mitologi? Ehm, enaknya sebut apa, ya? Ada yang bisa bantu?

“Bagaimana bisa kalian mengubah suasana hati dengan cepat?”

“Kami berduka saat di rumah duka. Sekarang juga masih. But life goes on, Seira. Kesedihan hanya membuatmu terpuruk.”

Mari mengenal karakter dalam buku ini. Dalam buku ini kamu akan berkenalan dengan sosok Seira perempuan delapan belas tahun yang menurutku manusiawi banget. Kalau aku ada dalam posisi Seira kemungkinan aku pun bakal mengira tengah bermimpi buruk atau tengah mengalami gangguan jiwa. Oke, ini pemikiran konyol tetapi memang begitu yang sempat Seira pikirkan.

Selain Seira, ada juga sosok Giddy (sahabat Seira sejak kecil). Nah, sosok Giddy adalah orang pertama yang menyadari perubahan yang terjadi pada Seira. Sebenarnya aku rada baper sama sikap Giddy sama Seira. Di sini Giddy layaknya seorang suami yang siaga 24 jam. Oke, mungkin aku yang baperan.

Dan bersiaplah karena kamu bakalan diajak berkenalan dengan para tokoh Minahasa mulai dari Siow Kukur, dua saudara kembar si penjaga Seira Manasye dan Mikaela, dan juga para tokoh jahat seperti Toar, Burik Muda, Tonaas, Olunglasut, Kopero dan masih banyak lagi deh. Untungnya ada kesayanganku si Siow Kukur yang siap siaga menjaga Seira.

Selain sama Giddy aku juga baper sama tokoh Siow Kukur ini. Haha, apalagi setelah mendapati beberapa fakta tentang kehidupan cinta Siow Kukur pada masa lampau. Kya, dudu, pokoknya perjuangan Siow Kukur melindungi Seira (reinkarnasi Lumimuut) sungguh bikin aku iri. Apalagi Seira dianggap yang paling spesial.

“Tapi kenapa kau tidak merespons saat aku memanggilmu berulang kali di kampus?”

Saat kamu membaca buku ini, kamu juga bakalan diajak berpetualang dan mengenali sejarah Minahasa dengan asik. Saking asik dan sayang buat dilewatkan, aku menghabiskan buku ini dalam sekali duduk. Sensasinya nano-nano. Kadang tegang, haru, dan bikin ngakak.

Jadi di sini, sosok Seira adalah reinkarnasi dari sosok Lumimuut yang menguasai 40 Opo. Opo yang dimaksud buka HP OPPO, ya. Bukan juga Oppa-Oppa imut Korea. Haha.

Jadi, Opo di sini adalah para dewa-dewa kecil/ leluh. Kehadiran para Opo dalam buku ini sangat menghibur selain tugas mereka menjadi sumber kekuatan Seira. Entah bagaimana ceritanya makhluk mitologi bisa mengikuti perkembangan zaman. Bahkan para Opo pun terbilang cukup gaul, lucu, (ya, iyalah, kan ada 40 Opo, bayangin deh betapa rempongnya). Selain suka menggoda Seira, sampai ada lakon mereka ngefollow akun twitter Ivan Lanin. Sumpah! Aku ngakak-ngakak bayangin mereka yang gokil abis.

Pokoknya apa ya, nggak kebayang deh. Hidup di tahun 2018 dengan segala kemajuan teknologi modern eh tiba-tiba malah berurusan dengan kehidupan lampau yang pelik. Mulai dari dendam, rahasia, serta kejutan-kejutan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Nyawa pun menjadi taruhannya.

Aku yang awalnya tidak tahu apa-apa soal Minahasa, setelah membaca buku ini pengetahuanku bertambah. Banyak sekali ulasan menarik tentang sejarah Minahasa. Apalagi bicara soal keturunan Lumimuut yang ternyata mempunyai tiga keturunan: Makarua Siow, Makatelu Pitu, dan Pasiowan Telu.

Makin penasaran nggak sama isi dalam buku ini? Aku sih yes, soalnya jarang banget ada buku yang mengangkat kisah budaya lokal (aku baru baca pertama kali buku yang seperti ini). Seharusnya buku ini mendapatkan apresiasi lebih di kalangan para pencinta buku.

Aku tidak tahu banyak soal mitologi Minahasa. Tapi aku tahu kau Karena, pendeta perempuan yang menciptakan Toar dan Lumimuut.”

Aku tuh suka bingung kalau bikin ulasan buku yang bagus. Iya, bagiku buku ini bagus banget. Bagaimana nggak, gaya bahasanya mudah kupahami, aku pun nggak kesandung tipo atau apalah selama baca buku ini. Entahlah, mungkin karena aku kelewat menikmati buku ini. Tahu-tahu habis. Macam kena sihir. Pokoknya ibarat jalan tol yang nggak ada polisi tidurnya.

Meskipun konflik-konflik dalam buku ini terbilang begitu sederhana cara penyelesaiannya, bahkan setiap bab yang ada cukup pendek. Jadi menimbulkan kesan seolah-olah alur ceritanya terlalu cepat. Sebenarnya iya, padahal aku masih menyimpan banyak pertanyaan atau mungkin di balik semua Itu Kak Anastasye mempunyai alasan tersendiri. Kalau bakal memang ada seri berikutnya, aku tak sabar menanti.

Pokoknya aku suka buku ini. Banget. Buat apa juga konflik berat-berat tetapi kita sebagai pembaca nggak menikmatinya? Yang penting baca buku itu dapat manfaat, bukan hanya sekadar hiburan semata dan cuma buang-buang waktu. Oke, aku mulai meracau. Abaikan.

Gaya bahasa oke. Diksi oke. Alur dan konflik oke. Kover bukunya segar. Pengetahuan tentang Minahasa tersampaikan tanpa kesan menggurui. Ah, suka pokoknya.

Sampai sekarang pun sosok Seira dan kawan-kawan masih terbayang-bayang dalam kepalaku. Ah, sepertinya aku benar-benar jatuh hati sama buku ini.

Sebenarnya banyak sekali yang pengin kutulis tentang buku ini tetapi takutnya malah jadi spoiler akut. Haha. Pokoknya kalau mau tahu lebih lanjut dan kenalan sama Seira dan kawan-kawan, kamu mesti baca sendiri buku ini deh.

Oh, iya, satu lagi, gara-gara baca buku ini aku jadi tertarik untuk mempelajari sejarah dan budaya yang ada di Indonesia. Semoga suatu saat bisa menulis cerita tentang budaya lokal.

Resensi Buku Luka Dalam Bara Karya Bernard Batubara

Judul: Luka Dalam Bara
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Penerbit Noura
Jumlah halaman: 110 halaman
ISBN: 978-602-385-232-1
Periode baca: 7 September 2018
Rating: 4 🌟

Aku mencintainya karena ia mencintai kata-kata. Aku mencintainya lebih lagi karena ia mencintai buku-buku. Aku mencintainya karena ia adalah buku bagi kata-kata yang tidak bisa aku tuliskan. Aku mencintainya karena ia menjadi rumah bagi setiap kecemasan yang tidak perlu aku tunjukkan.

Hmm, membaca buku satu ini menurutku seperti tengah membaca diari yang isinya curhatan hati seseorang teman. Gaya bahasanya cukup luwes dan aku menikmati buku ini.

Selain kovernya yang manis. Ilustrasinya dalam buku ini bagus-bagus, aku suka sekali. Pokoknya pas banget sama tulisan-tulisan pendek dalam buku ini.

Cerita yang paling kusuka adalah Surat-Surat Untuk J. Baper sumpah bacanya, bikin gereget.

Aku rekomendasi buku ini sama kamu yang sering kali jadi tempat sampah alias mendengarkan curhatan teman. Hehe bercanda kok. Pokoknya buat kamu yang suka bacaan ringan tapi menghibur, buku ini cocok menemani waktu luang. Plus bikin baper pastinya. Selamat bernolstagia.