Menyabut Lebaran 2019

Marhaban teman-teman.

Kredit by Canva

Jam lima sore lewat 49 menit saat aku mulai mengetik tulisan ini. Hari ini adalah hari terakhir kita di bulan suci ramadhan. Sekaligus hari terakhir tantangan dari Blogger Perempuan. Aku ucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah Swt. Karena ridhonya aku diberi kesehatan sehingga bisa menyelesaikan tantangan menulis selama 30 hari ini.

Pagi tadi, sekitar jam enam lewat ibu sudah bersiap untuk membuat ketupat. Aku menghampirinya di dapur. Ibu pun menyuruhku untuk membuat tutup dari daun pisang. Ceritanya dua bulan yang lalu, ibu minta dibelikan cetakan ketupat berbentuk persegi panjang. Kayaknya cetakan ketupat ini lagi trend di kalangan emak-emak. 😹 Jadi, sebelum dimasukkan beras ke dalamnya, cetakan tersebut harus terlebih dahulu dilapisi daun pisang. Oleh karena itulah, aku kebagian jatah untuk membuat lapisan untuk tutupnya.

Selesai urusan ketupat, aku bergegas ke warung untuk mengambil beberapa barang serta sabun cuci baju. Ya, jadi ceritanya aku mengupas kentang, wortel, dan membersihkan sayur buncis sambil mencuci pakaian. Terima kasih mesin cuci, tercinta. 💕

Selepas urusan di atas selesai, aku segera mengupas bawang merah dan putih (bawang putihnya lebih banyak soalnya sekalian untuk membaut cuka pempek). Nah, selanjutnya aku membersihkan cabai merah dan rawit. Cabai merah ntuk dibuat sambal dan masak rendang daging sapi. Sedangkan cabai rawit untuk membuat cuka pempek. Selanjutnya adalah menghaluskan bawang dan cabai menggunakan blender. Terima kasih blender, tercinta. 💕

Bagian yang agak konyol ialah saat memotong sayur buncis dan wortel. Pada awalnya aku memotong wortel dengan ukuran sama seperti buncis. Akan tetapi, kok perasaan jelek, ya? Jadilah kupotong agak panjang dan malah mendapatkan kritik dari ibuku. Katanya begini, “Itu wortelnya kenapa besar-besar. Bukan mau bikin acar.”

Aku tertawa mendengarnya. Jadilah aku mengulang memotong sayuran berwarna orange itu menjadi dua bagian lagi dari potongan awal. Hahaha.

Saat menyambut lebaran aku sendiri merasa benar-benar repot. Banyak sekali yang harus dikerjakan. Mulai dari masak. Bersih-bersih. Memasukkan kue kering ke dalam toples. Belum menggosok baju untuk dipakai besok hari.

Puasa terakhir hari ini benar-benar tidak terasa. Tahu-tahu azan Zuhur, Ashar, dan Magrib.

Lepas dari segala kerepotan itu, aku sempat berpikir bagaimana bulan puasa yang akan datang? Hari raya yang akan datang? Akankah sama seperti sekarang? Saat aku bisa menikmati sahur dan berbuka puasa bersama keluarga. Menikmati setiap momen dengan keadaan sehat sentosa. Semoga ramadhan yang akan datang akan jauh lebih berarti dari ramadhan kali ini. Aamiin.

Rasanya benar-benar baru kemarin aku sahur pertama, berbuka puasa, dan menulis berbagai tantangan di bulan ramadhan. Tetapi sekarang? Semuanya sudah berlalu. Waktu tidak akan pernah kembali. Aku mendadak sedih, hehehe.

Meskipun rasa sedih kini tengah menyelimuti raga. Sebab bulan ramadhan telah berakhir. Aku berdoa, semoga segala amal ibadah kita semua di hari-hari lalu bisa menolong kita kelak di akhirat nanti. Aamiin.

Lebaran kini sudah di depan mata. Mari kita sambut dengan penuh suka cita. Bersihkan hati, mulai hari baru dengan semangat yang baru. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari lalu. Aamiin.

Untuk semua teman-teman yang selama ini sudah menyempatkan diri untuk membaca setiap tulisan dan meninggalkan jejak komentar di postingan-postinganku. Aku ucapkan banyak terima kasih. Mohon sekiranya dimaafkan apabila ada kata-kata yang disengaja maupun tak disengaja yang melukai hati.

Akhir kata, selamat hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.


Tulisan ini aku ikut sertakan dalam hari ke tiga puluh BPN30 Day Ramadhan Blog Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan.

2 respons untuk ‘Menyabut Lebaran 2019

  1. Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karimm wa ja’alannallahi wa iyyakum minal ‘aidin wal faidzin wal maqbuulan kullu’amiin wa antum bi khair🙏🏻

    mohon maaf lahir batin, mohon maaf bila atas kesalahannya si Arief. Smoga Allah menerima amal ibadah kita 😇
    Mohon maaf nggih nggak bisa silaturahmi kerumah masing masing :3

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s