Resensi Buku Tentang Singgah Karya Laily Adha Intan Putri

Judul: Tentang Singgah
Penulis: Laily Adha Intan Putri
Penerbit: CV. laditri Karya
Jumlah halaman: 176 halaman
ISBN: 978-602-52886-0-9
Periode baca: 1 Desember
Rating: 3 🌟

Jangan membaca novel ini jika kamu tidak ingin kecewa dalam pelayaran mimpi, tersesat dalam pendakian jati diri, dan enggan sabar menantikan pagi. Juga jangan dibaca jika kamu tidak ingin tahu bagaimana terbangun setelah tenggelam, berlari dengan kaki yang patah, dan menikmati malam dengan kesendirian. Terakhir, jangan membaca novel ini jika kamu enggan memaknai arti singgah yang sesungguhnya.

Dalam buku ini kamu akan diajak berkenalan dengan sosok Ginah yang keras kepala. Ginah suka dengan bintang. Oleh karena itu, ia belajar banyak hal tentang astronomi.

Tokoh dalam buku ini terbilang cukup banyak. Ada sahabat-sahabat Ginah dari asrama seperti Atma dan Sintia. Atma yang layaknya seorang ibu bagi Ginah karena sering kali menasehati Ginah supaya tidak menyiasiakan masa muda dan harus mengejar impiannya. Sedangkan Sintia, karakternya nakal, selain itu ia pun tidak peduli dengan keadaan orang lain yang penting urusannya selesai. Tipe sahabat yang maunya enak sendiri.

Lalu ada juga pasangan lansia yang keromantisan mereka mengalahkan pasangan muda. Siapa saja yang melihat tingkah laku manja dan kecemburuan Kek Medi dan Nek Osih pasti bakalan iri dan gigit jari.

Kemudian ada pemuda tampan dari Dermaga Mimpi si Justinto yang menjadi idola banyak wanita. Selain beberapa tokoh di atas, ada juga Kresno yang mempunyai kembaran bernama Krisna. Pak Wisnu si donatur kapal milik Nahkoda Hebat yang bernama Suhail. Oh, iya, satu lagi Bang Toha yang menjadi presiden Dermaga Mimpi. Dan masih ada lagi tokoh yang turut muncul dalam buku ini. Siapa saja tokoh yang kumaksud sepertinya kamu harus baca sendiri buku ini.

Tokoh dalam buku ini memang saling berkaitan dan cukup mempengaruhi jalan cerita. Hanya saja, kalau boleh jujur, aku kurang merasakan jiwa dan ekspresi beberapa karakter dari tokoh yang ada. Bahkan ada beberapa tokoh yang berbeda tapi memiliki karakter yang sama. Aku sulit membedakan karakter tokoh dalam buku ini, harus ingat betul-betul namanya. Maafkan aku yang pelupa banget kalau urusan mengingat nama orang.

Omong-omong, aku suka sama desain kover buku ini. Deskripsi bukunya juga menarik. Namun sayang, bagian layoutnya kebanyakan pola bintang yang menutupi tulisan. Sebenarnya masih tampak kok tulisannya, cuma, ya, kesannya jadi ramai kali. Aku agak kurang fokus, deh. πŸ˜”

Ada beberapa setting tempat dalam buku ini yakni Dermaga Mimpi, Pulau Ujung Mimpi, dan asrama yang tidak disebutkan lokasi spesifiknya. Lebih banyak sih di atas kapal. Aku bertanya-tanya: tempat tersebut ada di belahan dunia yang mana. Kesannya jadi fantasiπŸ˜…. Atau aku yang kurang fokus sehingga melewatkan info penting perihal setting tempatnya. Untuk setting waktu lebih sering malam hari, soalnya banyak kejadian di mana Ginah tengah menatap bintang di langit.

Gaya bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Oh, iya, aku sempat menemukan dialog yang agak menganggu, penggunaan ‘pun’ yang tidak tepat serta beberapa kesalahan penggunaan kata depan ‘di’. Bicara soal alur cerita, di sini alurnya maju mundur dan terkesan terburu-buru. Apalagi ditambah dialog dalam buku ini pun cukup banyak.

Konflik cerita dalam buku ini sebenarnya agak membuatku bingung. Banyak hal yang terjadi terduga-duga tanpa aba-aba, serta penyelesaian konflik yang menurutku terlalu biasa. Meskipun begitu, aku cukup tertarik dengan konflik yang terjadi di antara Ginah dan Atma.

Alasan aku terus membaca buku ini sampai akhir ialah karena aku cukup penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Ginah. Aku sempat menduga-duga bahwa kejadian yang Ginah alami di atas kapal hanyalah mimpi belaka. Ternyata oh ternyata, semuanya memang benar Ginah alami. Hidup memang penuh misteri, pun buku ini.

Bicara soal Tentang Singgah, kita memang tidak pernah tahu siapa orang yang akan kita temui, kenal, dan kapan, di mana, serta siapa yang pada akhirnya akan berpisah dengan kita. Sebenarnya tema yang diangkat cukup menarik, namun sayangnya banyak hal dalam buku ini yang masih bisa dikembangkan, dan bila mungkin benar-benar dilakukan bisa-bisa halaman buku ini akan cukup tebal.

Akhir kata, aku cukup menikmati buku ini. Buat kamu yang suka membaca buku penuh kalimat inspiratif, tidak ada salahnya untuk kamu mencoba membaca buku ini, hitung-hitung mengisi waktu luang dan menambah koleksi kutipan pilihanmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s