5 Alasan Kenapa Baca Buku Itu Penting!

“Kenapa sih kamu suka membaca buku? Memangnya nggak ada kegiatan yang lebih asik lagi selain membaca buku?”

Sebenarnya aku baru benar-benar belajar konsisten untuk membaca buku di 2018. Selebihnya yaa begitulah, haha. Jika diingat-ingat, mungkin sebelumnya aku hanya membaca satu atau dua buku dalam hitungan beberapa bulan kecuali buku paket yang harus dibuat rangkuman. Aku tegaskan sekali lagi (biar dramatis) bahwa aku mungkin hanya membaca satu atau dua buku dalam waktu beberapa bulan, beberapa bulan, loh, bukan satu bulan. Jadi, bisa kamu bayangkan kalau aku ini bukan spesies kutu yang baru menetas langsung menjadi kutu buku. Apa, sih, Dea, garing bangee… et!

Sumber gambar: Pixabay/ Peggychouchair

Sumber gambar: Pixabay/ Peggychouchair

Kebiasaan membaca buku yang sekarang menetap (nggak ada kosa kata lain apa?) pada diriku tidak lepas dari beberapa pihak yang turut serta. Pertama, kakak sepupu yang mendonasikan sejumlah buku miliknya pada saat aku masih SMA. Kedua, hadiah ulang tahun yang beberapa orang berikan padaku dalam bentuk buku. Apakah semua itu terjadi karena wajahku yang tampak seperti kutu buku?

Sumber gambar: Pixabay/ErikaWittlieb

Ketiga, virus baca yang disebarkan oleh teman dunia maya. Yang paling berpengaruh sebenarnya poin nomor tiga. Sebab, aku nggak bisa nahan diri buat nggak ikutan baca kalau ada teman seperjuangan (menjadi seorang penulis yang baik) yang merekomendasi buku-buku bagus. Dan benar saja, gara-gara mendapati kenikmatan tersendiri saat membaca buku, aku malah ketagihan membaca buku. Nggak percaya? Ya, iyalah, percayalah hanya kepada Tuhan-mu.

Pertanyaannya: apa asiknya sih dan dapat apa dari aktivitas membaca buku?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, aku telah berkelana satu abad di hutan amazon, eh, maksudnya di google mencari kebenaran yang hakiki (kebenaran yang sudah aku rasakan sendiri). Dilansir dari beberapa sumber, berikut 5 alasan kenapa seseorang harus membaca buku:

1. Meningkatkan daya ingat

Sumber gambar: Pixabay/Hans

Sebagai seseorang yang memiliki tingkat daya ingat yang minim, aku sering kali melupakan hal-hal penting. Ternyata, oh, ternyata, dengan rajin membaca buku, kita bisa terhindar 2,5x dari yang namanya Alzheimer. Jujur, sejak tahu fakta satu ini, aku semakin berusaha rajin membaca buku. Membaca juga membantu kita meningkatkan daya ingat dengan cara menstimulasi kemampuan otak. Sebab, otak kita menjadi aktif dan bereaksi.

2. Melatih kemampuan menulis

Sumber gambar: Pixabay/Pexels

Apakah kamu mempunyai keinginan menjadi seorang penulis yang baik? Jika iya, maka bacalah banyak buku mulai sekarang. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Selain akan menambah wawasan, dengan banyak membaca buku pastinya stok kosa kata dalam gudang otak kita akan bertambah. Kalau lagi rajin, biasanya aku suka mencatat kosa kata baru dari buku yang kubaca lalu mengartikannya dengan bantuan KBBI.

3. Menambah wawasan dan pengetahuan

Sumber gambar: Pixabay/Artistlike

Pernah mendengar pepatah bahwa buku adalah jendela dunia? Pastinya pepatah tersebut tidak asing lagi di teliga kita. Hanya dengan membaca kita bisa mengatahui banyak hal. Misalnya hal yang berkaitan dengan kebudayaan Palembang. Dengan hanya membaca artikel atau buku yang berkaitan dengan kebudayaan Palembang, kita bisa mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan kebudayaan tersebut. Jangankan dalam negeri, dengan membaca kita bisa mengetahui banyak hal dari luar negeri sekali pun. Jika kamu tidak mengetahui suatu hal maka cari tahu hal tersebut dengan membaca. Pokoknya, banyak-banyaklah membaca sampai kamu lupa kapan terakhir kalinya kamu tidak membaca. Selain itu, pikiran kita juga akan menjadi luas. Dengan memiliki pemikiran yang luas kita juga bisa melatih kemampuan berpikir analitis dalam menyikapi masalah yang ada.

4. Memanjakan diri kita

Sumber gambar: Pixabay/ Stocksnap

Percaya nggak kalau aktivitas membaca mampu mengurangi 60% tingkat stres? Sehingga kita bisa jauh lebih santai dari sebelumnya. Setidaknya dengan membaca, pikiran kita teralihkan untuk waktu yang cukup lama. Dengan kata lain, membaca bisa membantu kita meredam emosi. Jadi, dari pada stress nggak karuan mending baca buku, ya. Pikiran sehat jiwa pun selamat. Cielah, slogannya.

5. Hiburan yang nggak ada batasnya

Sumber gambar: Pixabay/Free-Photos

Untuk yang terakhir, membaca buku bisa menjadi suatu hiburan yang nggak ada batasnya. Sebab, dibandingkan jumlah waktu yang kita punya, jumlah buku di dunia ini jauh lebih banyak. Membaca buku juga bisa diartikan sebagai liburan gratis bagiku. Sebab, sering kali aku diajak berkeliling dunia, merasakan apa yang orang lain rasakan hanya dengan duduk manis di depan meja sambil mendengarkan lagu.

Baca Juga: 2019 Wajib Bayar Denda Baca 80 Buku, Eh Kok Bisa?

Setelah membaca beberapa alasan di atas, apakah kamu mulai tertarik untuk membaca buku? Jika iya mulailah dari sekarang! Jangan beralibi menunggu waktu yang tepat (sok sibuk), sebab waktu yang tepat adalah sekarang. Nggak perlu muluk-muluk, siapkan waktu beberapa menit untuk membaca setiap hari. Jangan sampai kamu membuang waktu melakukan hal-hal absurd, misalnya duduk manis sambil bengong meratapi kenapa kucing nggak ada tanduk seperti gajah.

Akhir kata terima kasih sudah membaca tulisan ini. Ambil sisi positifnya saja, ya. Jangan bosan-bosan baca tulisan recehku. Sampai jumpa lagi di tulisanku yang berikutnya.

Iklan

47 respons untuk β€˜5 Alasan Kenapa Baca Buku Itu Penting!’

  1. kerangkaabadi 11 Januari 2019 / 5:24 pm

    tapi kan mba buku terdiri dari banyak genre, apa harus semua genre kita lumat habis mba? πŸ˜‚

    Suka

    • Dea Ayusafi 11 Januari 2019 / 5:27 pm

      Hahaha, nggak dong. Bacalah dari apa yang kita suka saja. Eh, apakah ada penjelasan di atas yang bikin bingung? πŸ˜… Dudu.

      Suka

      • kerangkaabadi 11 Januari 2019 / 9:19 pm

        wkwk iya benar jugaa mbaa, baca dari apa yang disukaa. gak bingung kok mba, mudah dimengerti hehe

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 8:59 am

        Hehe, iya, Kak. πŸ™πŸ» Makasih ya sudah mampir.

        Suka

  2. annisamaudy 11 Januari 2019 / 5:53 pm

    Apa cuman aku yang suka baca buku dengan tampilan kertas usang ala-ala buku lama? Kalau ada sobekan malah jadi nilai plus buat aku.

    Sensasi membacanya pun beda banget. Lebih nyaman, hehe.

    Suka

    • Dea Ayusafi 11 Januari 2019 / 5:56 pm

      Wah, unik, ya.

      Aku sukanya baca buku yang kertasnya putih. Kebalikan ya, kalau aku ada sobek atau lipatan aja keki liatnya. πŸ˜‚

      Ini termasuk tipe-tipe pembaca, ya. Menarik untuk diulas. πŸ˜…

      Disukai oleh 1 orang

      • annisamaudy 11 Januari 2019 / 7:36 pm

        Kadang suka heran sendiri sama seleraku. Orang-orang bilang sih, ini aneh. πŸ˜‚

        Suka

      • Dea Ayusafi 11 Januari 2019 / 7:39 pm

        Aneh tapi nyata haha.

        Kalau bukunya sobek semua kamu suka? πŸ˜… Pertanyaan macam apa ini.

        Aku kok penasaran apa yah namanya orang yang suka buku tipenya kayak kamu.

        Suka

      • annisamaudy 11 Januari 2019 / 8:37 pm

        Asal tulisannya nggak hilang secara keseluruhan aja. Buku yang sobek terus diselotip aja aku masih suka, kok. Apalagi ada tekstur bekas air/air hujannya XD

        Aku sampe nyari julukan penyuka buku, dan nggak nemuin yang se-tipe sama aku. Mungkin saking anehnya πŸ˜‚

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:00 am

        Unik, ya. Haha.
        Kira-kira apa ya nama julukan buat kamu. 🀣 Aku jadi penasaran.

        Suka

  3. layangseta 11 Januari 2019 / 6:26 pm

    Aku tak baca postinganmu aja lah biar semua manfaatnya itu mengalir padaku

    Suka

    • Dea Ayusafi 11 Januari 2019 / 7:22 pm

      Astagaaa hahaha. Semoga iya benar ada manfaatnya. πŸ˜‚

      Suka

      • layangseta 11 Januari 2019 / 8:10 pm

        Aku masih mengumpulkan motivasi dan semangat untuk bisa menyukai kegiatan membaca

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:01 am

        Ayo kak mulai sedikit demi sedikit. Minimal 1 buku 1 Minggu. πŸ˜…

        Suka

      • layangseta 12 Januari 2019 / 9:07 am

        pinjamnya yang susah, jauh dari pusat buku, ini dikampung sih

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:15 am

        Coba download ijak atau ipusnas, banyak koleksi buku bagus di sana. Kayaknya hari ini mau buat postingan tentang mereka berdua, ah. 😍

        Suka

      • layangseta 12 Januari 2019 / 9:30 am

        sip.sip, aku tunggu postingan itu aja aaah..

        Suka

      • layangseta 12 Januari 2019 / 9:31 am

        cepetan dirilis ya, yang lengkap

        Suka

      • layangseta 12 Januari 2019 / 9:43 am

        Makasih banyak hlo Dea

        Suka

  4. Fahmi Ishfah 11 Januari 2019 / 11:19 pm

    Hai, Dea!
    Kalau mau jadi penulis, ya harus baca. Kira-kira seperti itu hal yang aku pahami tentang membaca. Bukankah dikatakan bahwa membaca adalah jendela dunia?
    Sejak bisa membaca, aku jadi suka membaca. Mulai dari zaman SD, suka baca majalah Bobo hingga sekarang masih suka beragam jenis tulisan seperti buku, novel, komik dan sebagainya.
    Kebiasaan sejak dulu setelah beli buku yaitu pergi ke toko stationary. Beli sampul buku, dipasang dan dikasih tanggal beli. Jadi rapi dan enak buat dibaca juga.
    Dan tentang post ini,
    β€œUntuk menjawab pertanyaan di atas, aku telah berkenala satu abad di hutan amazon,Β eh, maksudnya di google.”
    Mungkin maksud Dea adalah berkelana kali ya. Juga sebaiknya cantumkan link sumbernya, bukan hanya gambar.
    Salam!

    Suka

    • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 8:58 am

      Terima kasih sudah mampir, Kak.
      Makasih juga sudah mengingatkan tipo.
      Soal link sumber, apakah harus dicantumkan semuanya dari beberapa artikel yang kubaca Untuk gambar itu aku ambil dari Pixabay bukan dari artikel yang kubaca, apakah harus aku cantumkan juga link gambarnyaπŸ˜…. Mohon penjelasannya, ya, Kak. πŸ™πŸ»

      Suka

      • Fahmi Ishfah 12 Januari 2019 / 10:17 am

        Terserah Dea juga sih kalau hal itu. Beda blogger, beda caranya. Menurutku yang Dea lakukan itu sudah baik.

        Hanya ada kebalikannya. Kalau aku jarang sekali mencantumkan link sumber gambar karena kebanyakan dapat dari google. Tapi untuk sumber tulisan, biasanya aku cantumkan di bawah. Atau aku insert link dalam badan postnya.

        Kalau belum ada bayangannya, coba deh baca beberapa post yang aku buat, yang ada sumbernya. Kurang lebih seperti itu.

        Penting dipahami, ini hanya sebatas anjuran saja. Kalau misalkan Dea nyaman dengan menulis seperti itu, lanjutkan!

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 11:24 am

        Wah, oke Kak, terima kasih banyak atas masukannya.

        Berarti pas bagian bawah sekali kasih kayak catatan yang isinya sumber referensi? Begitukah? 😁

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 11:37 am

        Sudah aku tenggok, berarti meskipun kita hanya sekadar baca dan merumuskan ulang dengan cara kita sendiri sumber tersebut tetap harus kita cantumkan?

        Wah, makasih banget buat ilmu gratisnya ini. Hehe.

        Mungkin baru akan aku terapkan di postingan berikutnya. πŸ˜πŸ˜‚ πŸ™πŸ»

        Suka

      • Fahmi Ishfah 12 Januari 2019 / 11:38 am

        Ya. Itu saran yah. Jangan merasa kepaksa. 😁

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 12:01 pm

        Wah, terima kasih. Sangat bermanfaat. πŸ™πŸ»

        Suka

  5. Ayu Frani 12 Januari 2019 / 2:18 am

    Wah, tulisan yang menarik sekali ini. Ya, akhir-akhir ini saya juga sedang menikmati aktivitas membaca buku dan manfaat seperti yang dituliskan disini, saya setuju semua.
    Untuk membaca buku, saya bahkan memasukkannya ke dalam resolusi tahun ini, harus membaca buku satu minggu setidaknya satu kali. Semoga saya bisa mewujudkannya, amin.

    Suka

    • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:21 am

      Terima kasih sudah mampir, ya, Kak. Oh, iya, semoga resolusi kakak terwujud, ya. Aamiin. Jangan lupa buat ulasan bukunya, ya, Kak. 🐣

      Disukai oleh 1 orang

      • Ayu Frani 12 Januari 2019 / 9:25 am

        Terima kasih, Dea.

        Siappp, laksanakan !

        Suka

      • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:28 am

        Sama-sama, Ayu (berasa panggil nama sendiri).

        Coba ikut komunitas-komunitas baca supaya semangat baca nggak pudar. Kalau ada waktu luang intip akun Instagram @gerakan_1week1book di sana kita diajak konsisten baca 1 buku 1 minggu. 😁

        Disukai oleh 1 orang

      • Ayu Frani 13 Januari 2019 / 7:12 pm

        Terima kasih,.., wah, udah lama mencari komunitas ini,

        Terima kasih banyak sekali lagi ya, Dea Ayu…Ayu juga hahaha

        Suka

      • Dea Ayusafi 13 Januari 2019 / 9:26 pm

        Sama-sama.

        Haha double ayu. 😁

        Suka

      • Ayu Frani 13 Januari 2019 / 9:46 pm

        Pantas disebut saudara kembar nama nih…
        πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

        Suka

      • Dea Ayusafi 14 Januari 2019 / 6:13 am

        Hahaha. Tapi sekarang nggak ada yang panggil aku ayu. Kalai dulu ada si, beberapa guru sama ortu mantan. 🀣

        Suka

  6. zapufaa 12 Januari 2019 / 9:18 am

    Bener bangeeet, apalagi bagian memanjakan diri dan melatih menulis wehehe but anyway nih kak, akhir2 ini sering banget aku baru baca buku sebentar trs udh ketiduran:(

    Tips dan trik dong gmn caranya betah membacaaa huhu

    Suka

    • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 9:24 am

      Aku juga sering baca buku terus ketiduran, haha. Tipsnya, ya, lanjut bacanya pas bangun tidur. 🀣

      Kalau baca dan ketiduran itu tandanya mata kita lelah. Ya, biarkanlah dia beristirahat. 🀣

      Memang kamu lagi baca buku apa? (Mendadak kepo)

      Disukai oleh 1 orang

  7. dwi bambang irianto 12 Januari 2019 / 6:30 pm

    Membaca buku tidak hanya sekedar, buku apa yang harus dibaca ? Tidak demikian ! Tetapi yang terpenting, bagaimana kita bisa mengkontekstualisasikan diri tentang makna buku itu sendiri.

    Suka

    • Dea Ayusafi 12 Januari 2019 / 7:09 pm

      Setuju sekali. Apalah arti membaca jika tak mendapatkan apa-apa. πŸ™πŸ»

      Suka

  8. Dewa 13 Januari 2019 / 8:15 pm

    weeeh mantab, semoga target baca taun ini terlaksana ya, kalau kamu 2018 banyak baca buku, ku malah kebalikannya hehehe. tapi 2019 ini ada target buat seneng baca lagiii #semangat cuy

    Suka

    • Dea Ayusafi 13 Januari 2019 / 9:25 pm

      Semangat kakak. πŸ’ͺ🏻
      πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ 2018 aku nggak capai target. Semoha 2019 bisa tebus denda baca buku. 😁😁😁😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s